Home > Articles

FENOMENA CROWDFUNDING ALA RACHEL VENNYA DAN ARIEF MUHAMMAD UNTUK LAWAN CORONA



Wabah COVID-19 sudah semakin merajalela. Banyak selebgram atau influencer yang menggalang aksi kemanusiaan, salah satunya adalah Rachel Venya. Ia membuka crowdfunding untuk membantu penekanan sebaran COVID-19.

Fenomena influencer memang selalu menarik menjadi buah bibir. Sensasi, lifestyle, hingga daily activity sang idola kerap diikuti tanpa terlewat. Lalu bagaimana jika influencer ini membuat gerakan massa untuk kebaikan? Akankah membuahkan hasil berkat jutaan pengikutnya? Secara logika sangat mungkin, ketenaran influencer apabila digunakan untuk kebaikan akan berdampak masif.

Mengandalkan exposure dan pengaruh besar terhadap netizen seakan menjadi paket lengkap untuk menggerakan massa. Hak istimewa atau privillege inilah yang sering digunakan influencer guna menggerakan pengikutnya di social media. Hak istimewa biasanya sering digunakan sebagai strategi marketing namun kini bisa digunakan sebagai kemampuan memengaruhi opini atau mengubah perilaku orang lain. Tidak jarang kegiatan sosial seperti crowdfunding dilakukan influencer.

Crowdfunding atau urun dana adalah proses mengumpulkan sejumlah dana untuk sebuah gerakan sosial yang biasanya dilakukan secara online. Seperti yang dilakukan oleh influencer dengan pengikut Instagram 4,4 juta, Rachel Vennya. Niat baik Rachel adalah membantu Indonesia terbebas dari darurat virus korona.

Seperti kita ketahui penyebaran coronavirus disease (COVID-19) atau virus korona di Indonesia terus meningkat setiap hari dan telah menelan korban jiwa. Meluasnya virus korona di Indonesia, membuat hati beberapa influencer Tanah Air tergerak. Crowdfunding melalui Kitabisa.com bertajuk “Tolong Menolong Lawan COVID-19” berhasil menyadarkan kita akan hak istimewa dimiliki influencer itu memang ada.

Belum dua hari dibuka, crowdfunding gagasan Rachel sudah terkumpul uang sumbangan lebih dari Rp 2 miliar, bahkan ini melebihi target yang awalnya hanya Rp 500 juta. Crowdfunding melawan virus korona bersama influencer ini mendapat antusias menakjubkan sepanjang sejarah urunan dana online.

Rachel membuka crowdfunding untuk membantu tenaga medis sebagai garda terdepan melawan virus korona. Dirinya juga menginginkan hasil galang dananya ini dapat dibelikan bantuan berupa APD bagi keluarga petugas kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19.

Melalui unggahannya, Rachel menjelaskan langkah selanjutnya untuk distribusi donasi crowdfunding yang dihasilkan. Mulai dari masker, hand sanitizer, sarung tangan plastik, dan alat perlindungan diri lainnya akan segera disalurkan untuk tenaga kesehatan di Rumah Sakit rujukan COVID-19. Berkat crowdfunding ini, hampir rumah sakit di Indonesia yang menangani virus korona telah menerima bantuan. Berawal hanya 20 rumah sakit daftar radar Rachel, kini distribusi donasi sudah mencakup seluruh daerah Indonesia. Sangat luar biasa kekuatan influencer dalam crowdfunding. Influencer seakan menjadi profesi mandra guna untuk mempengaruhi massa, hal ini tentu positif jika arah tujuannya baik.

Beruntunglah kita hidup bersama teknologi, crowdfunding  secara online bisa dilakukan bersama influencer sebagai pemeran utama. Sebelum teknologi mengambil alih prosesnya, crowdfunding sudah dijalankan oleh orang-orang zaman dulu lho. Kamu pernah ingat kata ‘urunan dana’ hal ini sederhana tujuannya untuk membujuk tiap individu menyumbangkan dananya untuk satu tujuan.

Biasanya, para penyumbang memberikan dana secara sukarela dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Aksi crowdfunding saat ini banyak dilakukan guna mendapatkan dana dengan jumlah tertentu. Seperti halnya dengan crowdfunding yang dilakukan oleh Rachel untuk melawan korona, perbedaanya hanya media yang digunakan digital dan organik saja. Tujuannya tetap sama untuk saling membantu sesama. Kini, crowdfunding populer kembali berkat maraknya situs digital yang memberikan kemudahan bagi para pencari dana dan penyumbang untuk memberikan dana dengan cepat dan tepat.

Kini, Influencer saling menularkan virus kebaikan antar sesama. Mereka bahu-membahu untuk melawan korona. Keberhasilan crowdfunding  selebgram cantik, Rachel Vennya rupanya menularkan ke influencer lainnya. Arief Muhammad dengan jumlah pengikut Instagram 1,9 juta telah mengikuti jejak Rachel.

Melalui akun Instagram pribadinya, Arief membagikan sebuah unggahan yang menunjukkan ajakan penggalangan dana. Ia mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukannya itu untuk misi kemanusiaan Indonesia terbebas dari virus korona. Dan benar saja, masyarakat Indonesia masih banyak orang baik. YouTuber Arief Muhammad mengabarkan penggalangan dana yang dihimpunnya untuk melawan korona telah terkumpul sebanyak Rp 1 miliar lebih dalam waktu kurang dari 24 jam.

Arief Muhammad juga mengacungkan jempol kepada selebgram Rachel Vennya dan pengamat musik Adib Hidayat yang sudah bergerak untuk menggalang dana untuk menanggulangi penyebaran virus korona. Influencer dengan idola seumat ini seakan berjuang secara ikhlas untuk melawan korona. Salut!

Kolaborasi ‘ciamik’ antara crowdfunding bersama influencer untuk melawan virus korona ini patut kita contoh, influencer bukan lagi ahli endorsement saja, namun bisa memberikan pengaruh positif untuk masyarakat. Jika tidak ada teknologi, akankah masih ada crowdfunding dari influencer. Tentu kita harus ingat, kontribusi setiap orang dalam melawan pandemi ini berbeda-beda.

Menurut akan imbauan pemerintah dan tetap di rumah juga udah masuk ranah kontribusi. Mau pesohor atau tidak, berduit atau tidak, yang penting jangan membuat situasi ini semakin buruk. Ayo, solidaritas sesama manusia harus lebih menular daripada virus korona itu sendiri. Crowdfunding ataupun tidak yang penting jaga kesehatan dan tetap lawan virus korona bersama.

(Neneng Fitri Anggraeni)

Related


PERUBAHAN POLA KONSUMSI INFORMASI MASYARAKAT DI TENGAH WABAH COVID-19

Mewabahnya virus corona atau Covid-19 berimbas pada perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Bagaimana bisa?


LAKUKAN TIPS INI! ATASI DAMPAK CORONA DENGAN PASAR GO DIGITAL

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia membuat pedagang pasar harus memutar otak untuk memasarkan produk mereka. Omzet menurun, pedagang pasar terpaksa coba peruntungan di digital.


KOLABORASI GETI INCUBATOR & AEXI EXPORT HUB SEBAGAI RUMAH UKM-NYA INDONESIA

GeTI Incubator bersama AeXI Export Hub ingin mewujudkan UKM untuk naik kelas untuk menembus pasar internasional.


PERANGI COVID-19, WHO GAET MILLINNEAL LEWAT TIKTOK

World Health Organization (WHO) dikabarkan menggunakan beberapa media sosial untuk menyebarkan informasi akurat tentang Covid-19. Salah satu yang mereka gunakan baru-baru ini adalah TikTok untuk menggaet kaum millennial.


LANGKAH MUDAH LARISKAN BISNIS DENGAN EMOJI!

Mungkin sebelumnya emoji hanya ditemukan di ruang obrolan personal saja, kini emoji bisa digunakan sebagai strategi lariskan dengan bisnis. Simak langkah mudahnya


10 KIAT JITU MENAIKAN BRAND AWARENESS MELALUI TIKTOK

TikTok sebagai media promosi bisnis kamu, kenapa tidak dicoba? manfaatkan peluang aplikasi ini yang sedang fenomenal di masyarakat. Kami telah merangkumnya kiat jitu menaikan brand awareness melalui TikTok