Home > Articles

EMPAT TIPS MEMBANGUN CUSTOMER SERVICE UNTUK DONGKRAK PENJUALAN



Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan agar social media customer service brand-mu dapat memberi pelayanan yang baik

Sepanjang saya aktif di media sosial, saya lumayan sering menggunakan media sosial untuk bertanya pada sebuah brand atau perusahaan. Bahkan saya bisa bertanya sesuka saya, misalnya: “Halo, Admin. Traveloka eats gak ada promo nih?”. Saya melontarkan tweet itu ke admin Traveloka tepat dua hari sebelum tulisan ini dibuat.

Bagi saya dan teman-teman yang juga kerap melakukan hal yang sama, mengajukan pertanyaan atau komplain di media sosial jauh lebih mudah dan efektif. Pasalnya, sekarang brand atau perusahaan juga sudah mulai berusaha aktif di media sosial agar brand mereka lebih ‘humanis’.

Dibandingkan saya harus email sana email sini, telepon sana telepon sini, saya lebih suka bertanya dan komplain di media sosial seperti Instagram dan Twitter. Alasannya adalah respon yang lebih cepat dan juga mudah dilakukan.

Nah, bagi kamu yang tengah menjadi pemilik usaha online atau menjadi mimin suatu brand, penting rasanya untuk aktif di media sosial. Menurut data yang dikeluarkan oleh Social Media Today, 90% konsumer menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan brand. Selain itu, 59% pengguna media sosial juga menyatakan bahwa media sosial membuat layanan servis konsumer lebih mudah diakses.

Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan agar social media customer service brand-mu dapat memberi pelayanan yang baik:

Respon Harus Cepat

Karena perputaran pesan di media sosial begitu cepat, oleh karena itu kamu juga harus selalu siap siaga agar dapat merespon konsumer dengan sangat cepat. Agar lebih mudah dijalankan, kamu bisa lebih fokus pada hal-hal yang berbau teknikal, komplain, dan produk.

Misalnya konsumer-mu bertanya tentang hal teknis seperti aplikasi tak dapat diakses, server error, layanan pengiriman barang yang terlambat, kerusakan produk, hingga masalah promosi, maka ini harus segera kamu jawab agar mereka tak merasa khawatir terlalu lama. Semakin cepat masalah kamu selesaikan, maka akan semakin baik juga performa social media customer service-mu.

Pro-Aktif

Jangan hanya sekadar menanggapi masalah atau pertanyaan konsumen, kamu juga seagai brand harus pro-aktif! Misalnya ada yang bertanya, “Min promo 12.12 masih berlaku gak ya? Butuh diskon banget nih!”. Nah, kamu jangan hanya menjawab, “Halo, Kak. Masih nih!” atau “Wah sudah tidak kak”.

Alangkah baiknya kamu menjawab dengan kalimat yang lebih komunikatif seperti, “Wah saying sekali promo 12.12 nya sudah tidak berlaku kak. Tapi, jangan khawatir, kita akan ada promo produk baru minggu depan. Belanjanya tunda sampe minggu depan boleh, enggak?”.

Dengan jawaban di atas maka konsumer akan lebih aware dengan program, produk, atau promo kita yang lain. Sehingga cara ini dapat menjaga konsumer tidak ‘lari’ ke brand lain.

No Auto Respond

Jawabanmu jangan template ya! Aduh, jangan sampai semua komplain atau pertanyaannya dibalas dengan jawaban yang sama. Misalnya, “Halo, kak. Terima kasih atas pertanyaannya. Kami akan tanyakan ke pihak terkait. Terima kasih”.

Kalau jawabannya seperti itu, siap-siap deh ditinggal konsumer! Kamu harus memerhatikan tiap pertanyaan, masalah, bahkan perkirakan bagaimana cara konsumer menyampaikan pesannya (senang, marah, kecewa, atau bercanda).

Walau kamu memang ingin menanyakan ke pihak terkait, setidaknya kamu memiliki treatment berbeda untuk tiap pertanyaan atau komplain. Setidaknya kamu menyebut nama konsumer, mengulang permasalahan, dan aksi yang akan kamu lakukan.

Dengan jawaban yang tidak berkesan auto-reply, konsumer akan merasa diperhatikan dan jauh lebih respect pada brand-mu. Pokoknya bisa bikin mereka semakin jatuh hati deh!

Perhatikan Platform

Cara menjawab komplain atau pertanyaan juga harus disesuaikan dengan platform yang digunakan. Cara menjawab pertanyaan dan pernyataan konsumen di LinkedIn dan Twitter atau Instagram tentu berbeda. Apabila platform yang digunakan adalah LinkeIn, maka kamu harus terlihat profesional. Berbeda dengan Instagram atau Twitter yang mana kamu bisa menjawabnya dengan gaya yang lebih santai.

Itulah empat tips yang bisa kamu gunakan agar performa customer service di media sosial lebih kece! Yuk terapkan sekarang juga! Jangan cuma baca terus dilupain, kasian penulisnya nanti L

Related


PERUBAHAN POLA KONSUMSI INFORMASI MASYARAKAT DI TENGAH WABAH COVID-19

Mewabahnya virus corona atau Covid-19 berimbas pada perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Bagaimana bisa?


LAKUKAN TIPS INI! ATASI DAMPAK CORONA DENGAN PASAR GO DIGITAL

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia membuat pedagang pasar harus memutar otak untuk memasarkan produk mereka. Omzet menurun, pedagang pasar terpaksa coba peruntungan di digital.


KOLABORASI GETI INCUBATOR & AEXI EXPORT HUB SEBAGAI RUMAH UKM-NYA INDONESIA

GeTI Incubator bersama AeXI Export Hub ingin mewujudkan UKM untuk naik kelas untuk menembus pasar internasional.


PERANGI COVID-19, WHO GAET MILLINNEAL LEWAT TIKTOK

World Health Organization (WHO) dikabarkan menggunakan beberapa media sosial untuk menyebarkan informasi akurat tentang Covid-19. Salah satu yang mereka gunakan baru-baru ini adalah TikTok untuk menggaet kaum millennial.


LANGKAH MUDAH LARISKAN BISNIS DENGAN EMOJI!

Mungkin sebelumnya emoji hanya ditemukan di ruang obrolan personal saja, kini emoji bisa digunakan sebagai strategi lariskan dengan bisnis. Simak langkah mudahnya


10 KIAT JITU MENAIKAN BRAND AWARENESS MELALUI TIKTOK

TikTok sebagai media promosi bisnis kamu, kenapa tidak dicoba? manfaatkan peluang aplikasi ini yang sedang fenomenal di masyarakat. Kami telah merangkumnya kiat jitu menaikan brand awareness melalui TikTok