Home > Articles

TREN VIRAL MARKETING: DARI KREASI SASA SAMPAI ELON MUSK



Apakah kamu tahu kalau ada brand yang selalu mencuri perhatian publik walau tidak mengeluarkan uang beriklan sama sekali (free ads)?.

Agar bisa bersaing di industri yang sudah sangat maju ini, kamu harus berani berubah dan mulai berfikir jauh lebih kreatif. Tidak hanya dalam hal penciptaan produk, tapi juga dalam proses marketing produk tersebut.

Banyak pebisnis yang terus memutar otak terkait strategi paling efektif untuk memasarkan produk. Berbagai macam cara dan media terus digunakan demi mendulang hasil maksimal. Sejumlah uang pun terus ‘dibakar’ hanya untuk beriklan. Namun, apakah kamu tahu kalau ada brand yang selalu mencuri perhatian publik walau tidak mengeluarkan uang beriklan sama sekali (free ads)?.

Tesla adalah jawabannya. Sebuah perusahaan otomotif asal Amerika ini menjadi salah satu brand besar yang memiliki budget beriklan hampir nol rupiah. Bagaimana ini bisa terjadi? Sang owner, Elon Musk, adalah jawabannya.

Elon Musk memang kerap dijuluki sebagai master of free ads. Ia hampir tidak pernah mengeluarkan uang sama sekali untuk mempromosikan Tesla kepada masyarakat. Lalu, apa yang ia lakukan? Elon selalu menggunakan viral marketing dan mengubah konsumer menjadi fans.

Seorang Elon Musk kerap melakukan kontroversi agar kontennya menjadi viral dan disebar ke mana-mana. Apakah ini buruk? Mungkin bagi sebagian orang iya. Namun, bagi Elon ini adalah marketing gratis untuk dirinya dan perusahaannya, yaitu Tesla.

Bagi Elon Musk, kontroversi ini diperlukan untuk memperbanyak audiens. Semakin besar kontroversi yang dilakukan, maka akan semakin luas juga audiens yang didapatkan. Bagaimana bisa? Ini adalah kelebihan viral marketing, kontennya akan menjadi sangat shareable sehingga mudah meluas.

Kita ambil contoh saja, saat proses demo launching produk terbaru Tesla, Cybertruck, produknya langsung banyak dibicarakan. Bagaimana tidak, ketika Tesla mengklaim bahwa mobilnya anti peluru, ternyata kaca dari cybertruck justru rusak saat dihantam oleh bola logam.

Saat itu juga orang langsung ramai-ramai membicarakan kegagalan Tesla dalam proses demo launching ini. Selain dikejutkan dengan model cybertruck yang aneh, ternyata kejutan lain didapatkan audiens ketika kaca ‘anti peluru’ tersebut pecah.

Konsep viral marketing pun berjalan. Media dan dunia sosial media mulai dipenuhi oleh ‘insiden’ ini. Ada banyak hujatan diberikan kepada Tesla dan Elon Musk. Jagat media mengatakan bahwa Tesla telah mengeluarkan produk gagal.

Imbas dari viralnya insiden ini adalah meningkatnya awareness brand Tesla di kalangan masyarakat. Tesla dan Elon Musk berhasil mendapatkan iklan besar-besaran secara gratis! Berkat viralnya insiden pecahnya kaca cybertruck ini, ternyata penjualan Tesla cybertruck justru meningkat!

Sang CEO Tesla, Elon Musk, langsung mengungkapkan bahwa kini pesanan untuk cybertruck tersebut telah mencapai 200.000. Di saat kompetitornya mengeluarkan uang begitu banyak untuk biaya iklan, Tesla berhasil mengonversi konten ke dalam penjualan secara gratis! Keren, kan?

Cara marketing jenius ini tidak hanya sekali saja dilakukan oleh Elon Musk. Sebelumnya ia pernah membuat ‘kegaduhan’ juga saat merokok ganja dalam sebuah acara live, ia juga pernah mengirimkan Tesla ke Mars. Kontroversi-kontroversi inilah yang membuat awareness brand Tesla terus meningkat dan menicptakan penggemarnya sendiri.

Kamu mungkin tidak perlu seekstrem Elon Musk. Kamu hanya perlu berfikir lebih kreatif tentang bagaimana menciptakan sebuah konten yang berpotensi viral. Kenapa harus viral? Karena dengan viral inilah kamu bisa mendapatkan marketing gratis.

Di Indonesia viral marketing ini juga pernah terjadi, yaitu saat beredar video ibu-ibu rebutan rendang di sebuah acara pernikahan. Video tersebut viral dan di-repost oleh akun-akun media. Belakangan ini terungkap bahwa konten tersebut adalah salah satu adegan dari proses shooting produk baru brand Sasa.

Karena telah viral sebelumnya, maka produk Sasa rendang itu pun langsung laku di pasaran. Bahkan, karena potongan videonya sempat viral, Sasa kini terus menggarap video serupa dengan kreatifitas yang lain.

Di era digital ini, menjadi viral nampaknya sudah bukan menjadi sesuatu yang sulit. Kamu hanya perlu menciptakan sebuah konten yang unik dan dapat menyita perhatian, maka ke-viral-an akan segera menghampirimu. Sudah siap beriklan gratis dengan viral marketing?

 

 

Related


PERUBAHAN POLA KONSUMSI INFORMASI MASYARAKAT DI TENGAH WABAH COVID-19

Mewabahnya virus corona atau Covid-19 berimbas pada perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Bagaimana bisa?


LAKUKAN TIPS INI! ATASI DAMPAK CORONA DENGAN PASAR GO DIGITAL

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia membuat pedagang pasar harus memutar otak untuk memasarkan produk mereka. Omzet menurun, pedagang pasar terpaksa coba peruntungan di digital.


KOLABORASI GETI INCUBATOR & AEXI EXPORT HUB SEBAGAI RUMAH UKM-NYA INDONESIA

GeTI Incubator bersama AeXI Export Hub ingin mewujudkan UKM untuk naik kelas untuk menembus pasar internasional.


PERANGI COVID-19, WHO GAET MILLINNEAL LEWAT TIKTOK

World Health Organization (WHO) dikabarkan menggunakan beberapa media sosial untuk menyebarkan informasi akurat tentang Covid-19. Salah satu yang mereka gunakan baru-baru ini adalah TikTok untuk menggaet kaum millennial.


LANGKAH MUDAH LARISKAN BISNIS DENGAN EMOJI!

Mungkin sebelumnya emoji hanya ditemukan di ruang obrolan personal saja, kini emoji bisa digunakan sebagai strategi lariskan dengan bisnis. Simak langkah mudahnya


10 KIAT JITU MENAIKAN BRAND AWARENESS MELALUI TIKTOK

TikTok sebagai media promosi bisnis kamu, kenapa tidak dicoba? manfaatkan peluang aplikasi ini yang sedang fenomenal di masyarakat. Kami telah merangkumnya kiat jitu menaikan brand awareness melalui TikTok