Home > Articles

TIGA PREDIKSI UNTUK DUNIA MEDIA SOSIAL DI 2020: TIKTOK AKAN JADI RAJA?



Terdapat beberapa prediksi untuk dunia media sosial di 2020 mendatang. Apa sajakah itu?

Laju pertumbuhan sosial media kian meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2019 ini, bisa dibilang menjadi salah satu tahun yang memiliki pertumbuhan inovasi paling pesat di dunia media sosial. Menjelang 2020 mendatang, akan seperti apakah wajah media sosial?

Dikutip dari Social Media Today, terdapat beberapa prediksi untuk dunia media sosial di 2020 mendatang. Sejumlah perubahan akan terus terjadi dan membuat pembaruan yang signifikan untuk dunia media sosial.

Micro-influencer akan semakin dipercaya

Influencer marketing akan terus berjalan sepanjang 2020 mendatang. Namun, penggunaan makro influencer akan semakin berkurang. Berdasarkan data yang dihimpun dari Social Media Today, saat ini publik sudah mulai tidak percaya pada influencer-influencer besar.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Banyak sekali ifluencer besar – termasuk di Indonesia – yang sudah tidak memiliki idealisme. Mereka mau menerima ‘orderan’ promosi dari semua brand, termasuk toko online yang menjual produk ‘lucu’: pelangsing, pemutih, gigi palsu, dan lain-lain.

Semua toko online dianggap ‘toko favorit’ sehingga membuat audiens bingung, “sebetulnya toko dan produk ini benar-benar berkualitas atau tidak?”.

Di sinilah mikro influencer akan jauh lebih berkembang pesat. Walaupun jumlah audiens tak sebesar makro influencer, mikro influencer akan semakin dipercaya para brand untuk mempromosikan produknya. Hal ini disebabkan karena mikro influencer memiliki engagement dan kedekatan yang lebih baik dengan audiens mereka.

Kedekatan ini terjadi karena mikro influencer hanya akan mem-posting konten-konten yang sesuai dengan spesialisasinya. Sehingga hal ini jauh lebih disenangi oleh market dan dianggap akan lebih efektif dalam memasarkan produk.

Social listening

90% pengguna media sosial berusaha untuk tetap terhubung dengan brand melalui media sosial. Bahkan, saat ini media sudah menjadi platform untuk berkomunukasi secara langsung, mulai dari menanyakan ketersediaan produk hingga komplain.

Sudah banyak sekali brand yang berusaha mendengarkan target marketinya melalui media sosial. Salah satu contohnya adalah ketika Sony Pictures dan Paramount mengubah desain karakter Sonic di film Sonic the Hedgehog. Tidak tanggung tanggung, Sony berani memundurkan waktu tayang Sonic demi mendengarkan masukan dari para penggemarnya melalui media sosial.

Pada awal kemunculannya, desain Sonic dikritik habis-habisan karena dianggap tidak merepresentasikan karakter aslinya (di komik). Demi memuaskan para penggemarnya, Sony menerima tiap masukan yang diberikan melalui media sosial.

Dalam survey yang dilakukan oleh Social Media Today, social listening ternyata mamou meningkatkan kualitas produk dan service sebesar 24%. Selain itu, social listening juga berhasil meningkatkan kualitas customer service sebesar 21%. Terakhir, social listening mampu mendatangkan konsumer baru sebesar 25%.

Pada era 2020 mendatang, social listening ini akan semakin banyak dilakukan oleh brand-brand mengingat banyak sekali manfaat dari social listening ini.

Live content

Hampir seluruh platform media sosial kini telah menyajikan fitur live. Mulai dari Twitter, Instagram, YouTube, Facebook, bahkan hingga LinkedIn. Pertumbuhan penikmat konten live terus meningkat beberapa tahun belakangan ini.

Pada 2020 mendatang, live content diprediksi akan semakin diminati. Bagaimana tidak, saat ini brand bisa mempromosikan produk hingga launching produk melalui live content di media sosial dan marketplace.

Data yang dihimpun dari Social Media Today, terjadi peningkatan audiens dan jam tayang sebesar 65% pada live content di media sosial sejak 2017 lalu. Angka ini dipastikan akan meningkat pada 2020 mendatang.

TikTok akan jadi pilihan marketer

Sebelumnya TikTok telah mengumumkan bahwa kini iklan sudah bisa masuk ke dalam platformnya tersebut. Seiring dengan hal tersebut, TikTok telah mengalami peningkatan pengguna dalam tiga tahun terakhir! Di Amerika Serikat, pada 2017 pengguna TikTok hanya ada di angka 2,6 juta, tapi pada 2019 pengguna TikTok telah meningkat jadi 14,3 juta pengguna.

Data lain juga menunjukkan bahwa TikTok menempati peringkat ke-3 sebagai aplikasi paling banyak di-download di kuartal pertama 2019. Oleh karena itu, dapat dipastikan pada 2020 mendatang TikTok akan jadi lahan emas untuk para marketer memasang iklan produk.

Itulah tiga prediksi untuk dunia media sosial di 2020 mendatang. Apakah kamu sudah siap menyaksikan hal-hal baru di media sosial, Getters?

Related


TIGA APLIKASI PENGHASIL UANG DENGAN MUDAH DAN CEPAT!

Ini dia aplikasi penghasil uang tercepat dan mudah di internet!


TIGA CARA MUDAH TINGKATKAN SALES MELALUI E-MAIL MARKETING



BRING ME HOME: USAHA PENGHENTIAN PEMBOROSAN MAKANAN

Industri makanan di Indonesia begitu menjamur, pasti akan ada banyak resto yang siap menjadi mitra dan menjual makanan – yang hampir terbuang karena alasan kesegaran – dengan harga miring.


EMPAT TIPS MEMBANGUN CUSTOMER SERVICE UNTUK DONGKRAK PENJUALAN

Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan agar social media customer service brand-mu dapat memberi pelayanan yang baik


TIGA APLIKASI SIAGA BANJIR: MELEK INFORMASI BENCANA SEJAK DINI

Pada tulisan ini, kami akan memberi informasi terkait tiga aplikasi yang dapat kamu gunakan untuk memantau dan menghindari banjir sepanjang cuaca ekstrem ini. Yuk simak!


FITUR LANGGANAN FORE COFFEE: EMANGNYA KORAN PAKE LANGGANAN?

Salah satu bisnis kopi yang cukup mencuri perhatian adalah Fore Coffee. Walaupun telah berdiri sejak 2018 lalu, tapi sepak terjangnya selama 2019 harus diacungi jempol!