Home > Articles

DUA TIPS JITU AGAR IKLAN DI INSTAGRAM DAN FACEBOOK TEPAT SASARAN!



Beriklan secara tidak efektif di media sosial hanya akan membuat pebisnis online buang-buang uang. Iklan terus diluncurkan, tapi tidak ada satu pun yang terkonversi jadi penjualan. Lalu, bagaimanakah cara beriklan yang efektif bagi para pebisnis baru di media sosial?

Beriklan secara efektif dan efisien di media sosial menjadi perlu dilakukan. Mengingat begitu banyak pebisnis yang tumbuh di media sosial, maka sekecil apa pun kesalahan akan berakibat fatal, salah satunya adalah dalam beriklan.

Terutama untuk para ‘pemain’ baru, menjalankan social media marketing dalam bentuk Ads perlu perhatian khusus. Walaupun terkesan mudah, beriklan di media sosial bukanlah hal yang patut disepelekan.

Beriklan secara tidak efektif di media sosial hanya akan membuat pebisnis online buang-buang uang. Iklan terus diluncurkan, tapi tidak ada satu pun yang terkonversi jadi penjualan. Lalu, bagaimanakah cara beriklan yang efektif bagi para pebisnis baru di media sosial?

Konten level empat

Ada empat level konten yang biasa digunakan untuk ads, yaitu produk (level 1), bahan baku (level 2), kegunaan (level 3), trivia (level 4). Banyak pebisnis online yang langsung menggunakan konten level 1 untuk ads via media sosial. Apakah hal ini tepat? Jawabannya adalah tidak!

Untuk beriklan di media sosial, apalagi bagi kamu yang baru saja mulai berjualan atau belum memiliki crowd, harus memulainya dari level 4 terlebih dahulu. Mencekoki audiens dengan hardsell bukanlah langkah efektif untuk melakukan ads di media sosial. Logikanya, bagaimana audiens bisa tertarik membeli produkmu tanpa tahu siapa kamu terlebih dahulu, kan?

Pada konten level 4 dan 3, kamu bisa memberikan insight dari produk yang kamu jual. Misalnya, kamu berjualan pulpen tanpa merkuri. Agar ads-mu lebih efektif, kamu bisa mulai beriklan dengan konten ‘mengurangi risiko merkuri dengan pulpen X’. Setelah iklanmu berhasil menjamah banyak audiens, maka bisa mulai membuat konten tentang fungsi pulpen tanpa merkuri.

Ketika audiens sudah mulai sadar akan manfaat dan trivia dari produkmu, maka setelah itu kamu baru bisa membuat konten yang hardselling atau langsung mengarah pada pembelian produk. Cara ini menjadi sangat efektif untuk mendongkrak brand awareness dan kepedulian audiens pada produkmu dibandingkan dengan langsung melakukan hardselling.

AB Testing

Ketika kamu baru masuk ke industri bisnis online, menemukan audiens yang tepat adalah perihal sulit. Kamu harus melakukan teknik AB Testing agar bisa beriklan dan menjual produk ke orang yang tepat (efektif).

Dalam proses AB testing, kita akan bermain-main di insight yang berlaku di media sosial: interest, gender, usia, dan lokasi. Inti dari proses AB testing adalah kamu mencari sasaran paling tepat dengan cara menyebar iklan secara beruntun. Misalnya, kamu ingin melihat sebetulnya produkmu ini diminati oleh audiens yang memiliki interest apa, sih?

Untuk memulai AB testing, kamu bisa mengumpulkan opsi interest yang bersinggungan dengan produkmu. Misalnya, produkmu adalah sepatu olahraga. Maka kamu bisa membuat kelompok interest seperti A (Sports, Running, Marathon, Sprint, Outdoor), B (Shoes, Running Shoes, Lifestyle, Shopaholic).

Setelah melakukan pengelompokan, maka selanjutnya kamu memasang dua iklan dengan dua jenis interest yang berbeda (seperti di atas). Namun, kamu harus setting gender, usia, dan lokasi yang sama. Misalnya, gendernya laki-laki dan perempuan, lalu usia 18-35 tahun, dan lokasi di Jabodetabek.

Setelah kamu memasang iklan itu, nanti kamu bisa melihat audiens dengan interest seperti apa yang memberi hasil maksimal, tipe A atau B? Maka hasil AB testing ini bisa kamu gunakan untuk beriklan di kemudian hari.

Proses AB testing ini bisa diberlakukan untuk keempat insight media sosial tadi: gender, usia, interest, dan lokasi. Caranya sama, kamu tinggal membuat pengelompokan untuk hal yang ingin kamu test. Setelah itu, atur iklan sesuai dengan jumlah pengelompokanmu. Misalnya kamu punya 4 kelompok, maka buatlah 4 ads.

Setelah membaca beberapa tips di atas, saatnya kamu berkaca: apakah saya sudah melakukan hal di atas? Apabila belum, yuk lakukan sekarang dan beriklanlah secara efektif! Jangan sampai kamu terjebak pada proses beriklan yang tidak efektif sehingga hanya berakibat pada pemborosan. Selamat mencoba!

Related


TIGA APLIKASI PENGHASIL UANG DENGAN MUDAH DAN CEPAT!

Ini dia aplikasi penghasil uang tercepat dan mudah di internet!


TIGA CARA MUDAH TINGKATKAN SALES MELALUI E-MAIL MARKETING



BRING ME HOME: USAHA PENGHENTIAN PEMBOROSAN MAKANAN

Industri makanan di Indonesia begitu menjamur, pasti akan ada banyak resto yang siap menjadi mitra dan menjual makanan – yang hampir terbuang karena alasan kesegaran – dengan harga miring.


EMPAT TIPS MEMBANGUN CUSTOMER SERVICE UNTUK DONGKRAK PENJUALAN

Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan agar social media customer service brand-mu dapat memberi pelayanan yang baik


TIGA APLIKASI SIAGA BANJIR: MELEK INFORMASI BENCANA SEJAK DINI

Pada tulisan ini, kami akan memberi informasi terkait tiga aplikasi yang dapat kamu gunakan untuk memantau dan menghindari banjir sepanjang cuaca ekstrem ini. Yuk simak!


FITUR LANGGANAN FORE COFFEE: EMANGNYA KORAN PAKE LANGGANAN?

Salah satu bisnis kopi yang cukup mencuri perhatian adalah Fore Coffee. Walaupun telah berdiri sejak 2018 lalu, tapi sepak terjangnya selama 2019 harus diacungi jempol!