Home > Articles

MENJADI SEORANG KONTEN KREATOR: TEKANAN PRODUKSI HINGGA MULUT NETIZEN



Menjadi populer di media sosial memang tengah menjadi mimpi banyak orang di era digital ini. Bukan hanya menjadi ladang bersosialisasi, kini media sosial telah meng-iming-imingi penggunanya dengan uang dan popularitas

Menjadi populer di media sosial memang tengah menjadi mimpi banyak orang di era digital ini. Bukan hanya menjadi ladang bersosialisasi, kini media sosial telah meng-iming-imingi penggunanya dengan uang dan popularitas.

Setiap pengguna media sosial terus berlomba-lomba untuk menciptakan konten yang disukai netizen. Ada yang rela terus-terusan menguras tenaga demi dapat konsisten memasok konten segar di media sosial.

Sebetulnya, apakah menjadi seorang konten kreator a.k.a influencer itu benar-benar baik dan sehat? Terlebih saat ini anak-anak di usia yang masih terbilang sangat muda pun sudah bisa masuk ke dalam kerasnya dunia digital. Tulisan ini akan mengkhususkan pokok bahasan pada konten kreator YouTube atau yang kerap disebut Youtuber.

Bagi saya, menjadi seorang konten kreator YouTube a.k.a Youtuber itu tidak selamanya sehat, terlebih untuk para kreator muda (re: anak di bawah usia dewasa). Alasannya sederhana, melelahkan dan dapat merusak aspek psikologis seseorang.

Menjadi seorang YouTuber jelas melelahkan, apalagi bagi mereka yang sudah diekspektasikan dapat meng-upload konten setiap hari. Baik itu konten berdurasi singkat untuk Instagram mau pun panjang seperti video youtube.

Jujur, membuat konten adalah sesuatu yang  melelahkan sekali, menguras tenaga serta pikiran. Apalagi ketika menjadi seorang ‘seleb’ non televisi di mana kita tidak punya tim yang besar layaknya tim di televisi.

Dengan tim yang sedikit, maka otomatis kamu tidak boleh jenuh dan ‘mentok’ dalam menciptakan konten. Kamu harus terus berpikir kreatif agar konten di media sosial selalu segar dan menghibur.

Selain tuntutan para netizen, saat ini algoritma media sosial sepeti YouTube dan Instagram juga berpihak pada kreator yang produktif serta konsisten. Sedikit saja kamu berhenti dalam membuat konten, maka bisa jadi itu akan merusak segalanya. Kontenmu akan kehilangan kesempatan ditonton oleh banyak orang.

Penderitaan tidak hanya sampai di situ, bukan lagi tentang kelelahan fisik saat pra hingga paska produksi. Setelah konten selesai di-upload, kamu akan mengamati tiap konten yang telah tayang. Setelah itu, kamu akan mengukur capaian tiap kontenmu, apakah jumlah like-nya banyak? Comment positif? Subscriber naik? Dan lain-lain.

Ketika terjadi ketidak konsistenan traffic, baik itu dari jumlah view hingga like, maka kamu akan merasa frustasi dan berpikir, “Apa yang salah?”. Setelah itu kamu akan terus memaksa otakmu untuk bekerja kembali.

Hidup seorang konten kreator pastinya bergantung pada engagement yang terjadi, ketika pada hari senin video-mu meraih 1000 likes dan 10.000 views, tapi pada hari selasa kamu hanya meraih 300 likes dan 5000 views, maka kamu akan merasa stress!

Siklus ini akan berulang secara terus menerus selama kamu menjadi seorang konten kreator. Kondisi ini tentu akan sangat berbahaya apabila menerja kreator berusia sangat muda. Gangguan psikologis menjadi ancaman paling serius.

Tidak hanya tekanan dari proses produksi, seorang kreator juga harus bisa tahan dari serangan netizen. Kritik-kritik (yang sebetulnya lebih sering komentar menjatuhkan) pun pasti dijumpai setiap hari.

Apabila kata-kata kasar tersebut hanya datang dari satu atau dua orang saja mungkin mudah untuk dihadapi, tapi kalau ratusan? Tentunya akan sangat sulit. Apalagi kritikan dan hujatan pasti datang setiap hari. Sungguh sangat berat sekali.

Di luar penghasilan yang memang cukup menggiurkan, apakah pekerjaan sebagai konten kreator benar-benar sehat?

 

Related


INGIN PASANG IKLAN DI APLIKASI TIKTOK? INI DIA TIGA JENIS IKLAN YANG BISA KAMU GUNAKAN

Beberapa bulan lalu TokTok telah memunculkan versi beta untuk platform iklan di aplikasinya


THREAD TWITTER KKN DESA PENARI VIRAL? KAMU JUGA BISA BUAT UNTUK BISNIS ONLINE-MU!

Nampaknya membuat twit berseri atau sering dinamakan dengan threads tengah menjadi tren, terutama di Indonesia.


MENJADI EKSKLUSIF DALAM MENJALANI BISNIS ALA @MILINGE_LEATHER

Brand @milinge_leather memproduksi tas kulit yang diukir dengan motif khas budaya Indonesia, khususnya Jawa.


INI DIA TIGA APLIKASI EDITING VIDEO DI HANDPHONE YANG BISA BAWA KAMU JADI KONTEN KREATOR KEREN!

Untuk menciptakan sebuah video dengan kualitas baik, tentu kamu perlu ‘tools’ yang dapat mendukung proses pembuatannya.


KAMPANYE SELF-LOVE ALA @BIGISSIMO.ID YANG BERHASIL BAWA PEREMPUAN ‘XL’ LEBIH PERCAYA DIRI

Isu-isu sosial atau lingkungan bisa jadi merupakan salah satu inspirasi bisnis paling ‘mujarab’ agar mudah dikenal orang lain, terutama target audiensmu


MENTOK SAAT BIKIN VISUAL MARKETING INSTAGRAM? COBA EMPAT KONTEN INI!

Ada empat ide untuk konten visual marketing yang bisa kamu gunakan untuk keperluan konten marketing-mu di Instagram