Home > Articles

HILANGNYA LIKE INSTAGRAM: POSITIF ATAU NEGATIF?



Pada Mei lalu, Instagram melakukan uji coba untuk menyembunyikan fitur like pada tiap konten yang ada di suatu aku, baik itu foto mau pun video

Secara mengejutkan, Instagram telah membuat suatu gebrakan baru bagi para penggunanya. Pada Mei lalu, Instagram melakukan uji coba untuk menyembunyikan fitur like pada tiap konten yang ada di suatu aku, baik itu foto mau pun video.

Walaupun belum secara resmi diterapkan di seluruh dunia, tapi hal ini cukup memberikan respon beragam dari para penggunanya, terutama pengguna yang negaranya dijadikan tempat uji coba, yaitu Canada, Brazil, Australia, dan masih banyak lagi.

Mark Zuckerberg mengatakan bahwa saat ini ada beberapa negara yang mana tidak akan ada like count di dalam tampilan Instagram-nya. Hanya sang pemilik akunlah yang bisa melihat jumlah like suatu video atau foto, sedangkan para followers-nya tidak akan bisa melihat jumlah like yang telah didapat.

Pihak Instagram mengatakan bahwa disembunyikannya fitur like ini berfungsi untuk mendorong penggunanya agar lebih bebas meng-upload konten tanpa perlu ‘berkompetisi’. Mark juga mengatakan bahwa penyembunyian fitur like Instagram ini bertujuan agar pengguna Instagram lebih fokus pada terjadinya hubungan antar pengguna dibandingkan dengan berfokus pada jumlah like suatu konten.

Lalu, apakah ada pengaruh cukup besar dari penyembunyian fitur like Instagram terhadap sebuah brand atau eksistensi seorang influencer? Jawabannya adalah tidak. Penghilangan fitur like Instagram tidak akan memberikan dampak signifikan pada suatu brand atau influencer.

Hal ini terbukti ketika hadirnya platform Instagram Stories yang nyatanya tidak punya fitur like mau pun komentar. Apa yang terjadi? Justru engagement yang dihasilkan cukup luar biasa. Komunikasi antarpengguna jadi terjalin dengan baik.

Sama halnya dengan hilangnya fitur like Instagram pada feeds yang memang bertujuan untuk meningkatkan engagement serta komunikasi dua arah antarpengguna. Apabila suatu akun benar-benar memberikan konten yang luar biasa, tentunya jumlah like tidak akan mempengaruhi orang lain untuk memberikan apresiasi.

Selain dari sisi komunikasi dengan antarpengguna, penghilangan fitur like Instagram dinilai akan menjadi batu sandungan baru para brand yang bekerjasama dengan influencer. Jumlah like kerap jadi tolok ukur kesuksesan suatu campaign yang dijalin antara pihak brand dengan influencer.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ini bukanlah masalah besar. Si influencer tetap bisa melihat jumlah like yang ia dapatkan dalam tiap postingannya. Bedanya, justru kerjasama akan berjalan lebih efektif! Seorang influencer atau kreator perlu menjadi lebih kreatif dan autentik agar tetap bisa memancing jumlah like besar.

Lagi pula, masih ada hal lain yang bisa dijadikan tolok ukur kesuksesan sebuah kerjasama antara brand dengan influencer, yaitu comment, reach, impressions, serta saved. Sehingga hal-hal inilah yang akan menggantikan peran like dalam proses evaluasi suatu kerjasama.

Saya menilai menghilangnya fitur like Instagram akan sangat bermanfaat dan positif! Yang paling penting adalah hal ini akan memicu kretifitas pengguna serta komunikasi antarpengguna. Ketika pengguna bisa benar-benar menciptakan konten yang luar biasa, maka hidden-like tidak akan mempengaruhi orang lain untuk menyukai kontennya tersebut.

Related


PERUBAHAN POLA KONSUMSI INFORMASI MASYARAKAT DI TENGAH WABAH COVID-19

Mewabahnya virus corona atau Covid-19 berimbas pada perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Bagaimana bisa?


LAKUKAN TIPS INI! ATASI DAMPAK CORONA DENGAN PASAR GO DIGITAL

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia membuat pedagang pasar harus memutar otak untuk memasarkan produk mereka. Omzet menurun, pedagang pasar terpaksa coba peruntungan di digital.


KOLABORASI GETI INCUBATOR & AEXI EXPORT HUB SEBAGAI RUMAH UKM-NYA INDONESIA

GeTI Incubator bersama AeXI Export Hub ingin mewujudkan UKM untuk naik kelas untuk menembus pasar internasional.


PERANGI COVID-19, WHO GAET MILLINNEAL LEWAT TIKTOK

World Health Organization (WHO) dikabarkan menggunakan beberapa media sosial untuk menyebarkan informasi akurat tentang Covid-19. Salah satu yang mereka gunakan baru-baru ini adalah TikTok untuk menggaet kaum millennial.


LANGKAH MUDAH LARISKAN BISNIS DENGAN EMOJI!

Mungkin sebelumnya emoji hanya ditemukan di ruang obrolan personal saja, kini emoji bisa digunakan sebagai strategi lariskan dengan bisnis. Simak langkah mudahnya


10 KIAT JITU MENAIKAN BRAND AWARENESS MELALUI TIKTOK

TikTok sebagai media promosi bisnis kamu, kenapa tidak dicoba? manfaatkan peluang aplikasi ini yang sedang fenomenal di masyarakat. Kami telah merangkumnya kiat jitu menaikan brand awareness melalui TikTok