Home > Articles

NAH PROJECT: PELOPOR TRANSPARANCY PRICING DI KALANGAN PEBISNIS ONLINE



Sebuah brand asal Bandung, NAH Project (@Nah.project), menjadi pelopor brand dengan tingkat transparansi tinggi, dari mulai material hingga biaya produksi produk

 

Saat ini semakin banyak strategi bisnis yang bisa digunakan guna menarik perhatian target konsumen. Salah satunya adalah dengan memberikan transparansi kepada target konsumen. Sebuah brand asal Bandung, NAH Project (@Nah.project), menjadi pelopor brand dengan tingkat transparansi tinggi, dari mulai material hingga biaya produksi produk.

Tidak tanggung-tanggung, NAH Project benar-benar membeberkan tiap biaya produksi, dari mulai material, produksi, gaji pekerja, packaging, research, hingga harga total. Metode transparancy pricing ini benar-benar belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia.

Strategi ini menjadi hal baru di kalangan konsumen Indonesia, apalagi kini brand yang memproduksi consumer good telah begitu merajalela dan saling bersaing satu sama lain. Penerapan transparancy pricing ini menjadi daya tarik tersendiri.

NAH Project memulai ide transprancy pricing dengan memiliki tekad untuk memberikan produk murah, tapi tetap berkualitas. Selain itu, NAH Project juga mengungkapkan bagaimana tim-nya harus berkeliling Bandung agar bisa menemukan material murah. Padahal, margin keuntungan yang didapat tidak terlalu signifikan, yakni 5 ribu rupiah.

Pada akun Instagram-nya (@Nah.project), NAH Project bahkan membeberkan sisi transparansi dalam hal desain. NAH Project menganggap bahwa transparansi menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen pada brand yang baru saja muncul ke permukaan.

 

Sebetulnya transparansi ini sudah banyak dilakukan oleh beberapa brand, misalnya dengan transparansi proses produksi yang ditunjukan dalam video proses produksi barang. Namun, untuk masalah transparancy pricing, hanya NAH Project yang baru melakukannya.

Selain melakukan transparancy pricing, NAH Project juga kerap melakukan perbandingan harga dengan brand lain. Dengan penggunaan bahan sejenis, NAH Project membeberkan bagaimana mereka telah menjadi yang paling murah dibandingkan brand lainnya.

Secara tidak langsung, proses transparansi harga ini ingin menunjukkan bahwa konsumen lebih baik membeli NAH Project dibandingkan brand lainnya. Dengan harga yang jauh lebih murah, NAH Project bisa memberikan kualitas produk yang setara dengan barang-barang branded di luar sana.

Stigma positif akan terus berlanjut ketika transparancy pricing ini bisa menunjukkan bahwa produk NAH Project tidaklah murahan. Pasalnya, NAH Project menunjukkan material hingga proses pembuatan yang tidak jauh berbeda dengan brand-brand mahal di luar sana.

Apakah kamu sudah berani seperti NAH Project dengan menggunakan transparancy pricing untuk menarik perhatian target konsumen? Strategi ini masih sangat jarang ditemukan, loh! Kamu masih sangat punya peluang besar untuk menjadi magnet perhatian konsumen digital.

Selain itu, data juga menujukkan bahwa generasi Millenial dan Z begitu suka dengan segala hal yang transparan. Kamu ingat kan kalau saat ini dominasi generasi Millenial dan generasi Z begitu besar? Yakin tidak mau menggunakan strategi transparancy pricing dari sekarang?

 

Related


MENJADI SEORANG KONTEN KREATOR: TEKANAN PRODUKSI HINGGA MULUT NETIZEN

Menjadi populer di media sosial memang tengah menjadi mimpi banyak orang di era digital ini. Bukan hanya menjadi ladang bersosialisasi, kini media sosial telah meng-iming-imingi penggunanya dengan uang dan popularitas


PERSONALIZED MARKETING: SENTUHAN PERSONAL UNTUK MENARIK PERHATIAN KONSUMEN

Salah satunya adalah strategi marketing yang diterapkan oleh suatu brand, konsumer jauh lebih menyukai upaya marketing yang lebih personal atau biasa disebut personalized marketing


HILANGNYA LIKE INSTAGRAM: POSITIF ATAU NEGATIF?

Pada Mei lalu, Instagram melakukan uji coba untuk menyembunyikan fitur like pada tiap konten yang ada di suatu aku, baik itu foto mau pun video


CARA BARU MENDEKATI GENERASI MILLENIAL DAN Z

Sebagai dua generasi yang sedang mendominasi, Generasi Millenial dan Generasi Z tentu tengah menjadi sasaran atau target konsumer dari para brand


FUNGSI MASKOT YANG BISA MAKSIMALKAN PROSES BRANDING

Selain membuat logo, saat ini ada beberapa brand yang masih menggunakan maskot sebagai salah satu upaya menciptakan branding yang lengkap


ACARAKI JAMU: INOVASI ‘PROSES’ MENIKMATI SECANGKIR JAMU

Salah satu contoh bisnis yang lahir dari sebuah inovasi adalah kedai Jamu @acaraki.jamu. Founder dari @Acaraki.jamu, Jony Yuwono, menocba untuk menginovasikan ‘proses’ menikmati jamu. Baginya, membuat jamu jadi lebih terkenal adalah cita-cita