Home > Articles

STORYTELLING: SALAH SATU KUNCI KESUKSESAN BISNIS ICE CREAM @DO.COMEAGAIN



Apakah kamu membayangkan memakan sebuah lukisan dari pelukis terkenal? Misalnya kamu membayangkan bagaimana rasa lukisan yang dibuat oleh Salvador Dali atau Picaso?

Apakah kamu membayangkan memakan sebuah lukisan dari pelukis terkenal? Misalnya kamu membayangkan bagaimana rasa lukisan yang dibuat oleh Salvador Dali atau Picaso?

Mungkin pertanyaan di atas akan membuatmu mengerutkan dahi, “Apakah benar-benar ada orang yang memikirkan hal tersebut?”. Jawabannya adalah ya! Sebuah bisnis kreatif telah tercipta dari pikiran out of the box ala Richwan Hartono, founder dari @do.comeagain.

Ketika kita memulai bisnis makanan, atau dalam kasus ini kita akan membahas bisnis ice cream, maka kita perlu sebuah cara efektif agar bisa menjadi pilihan para konsumer. Sekarang kamu bayangkan, ada berapa banyak penjual ice cream di luar sana?

Richwan Hartono memiliki teknik storytelling luar biasa ketika menjual ice cream yang ia produksi sendiri. Storytelling merupakan cara menyampaikan pesan melalui bercerita. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, berjualan dengan cara hard selling tidak selalu efektif dalam menjual produk. Storytelling-lah salah satu cara paling efekti!

Seperti sedang mendongeng, Richard Hartono menceritakan bagaimana awal mula ia membuka bisnis ice cream @do.comeagain. Dimulai dari kesukaannya pada lukisan-lukisan tua karya pelukis ternama seperti Picaso atau Salvador Dali, ia mulai berimajinasi untuk bisa merasakan ‘rasa’ lukisan tersebut melalui makanan, terutama ice cream.

Ia perhatikan tiap detail lukisan yang ia sukai, lalu ia memikirkan rasa apa yang cocok untuk mewakili lukisan tersebut. Caranya pun unik, ia akan memilih warna-warna dominan dari lukisan tersebut lalu ia akan memikirkan rasa dari buah atau bunga apa yang cocok untuk perpaduan warna tersebut.

Contohnya adalah seperti video ini, Richard berusaha membuat formula dan rasa tebaik untuk lukisan karya Pablo Picaso. Untuk warna putih saja, ia bisa memilih dari beberapa varian rasa, misalnya susu, yoghurt, atau sirsak. Rasa-rasa yang dipilih harus mewakili mood dari lukisan tersebut.

Menarik, kan? Tanpa storytelling yang bagus dari Richard, ice cream @do.comeagain belum tentu bisa ramai pengunjung seperti saat ini. Bagaimana tidak, seperti yang sudah dijelaskan bahwa di luar sana ada banyak sekali penjual ice cream. Tapi karena storytelling yang baik mengenai brand @do.comeagain-lah yang membuat pengunjung akhirnya memilih @do.comeagain.

Richard Hartono sudah membuktikan bagaimana storytelling begitu punya andil besar dalam kesuksesan bisnisnya. Kamu kapan, Getters? Apa ceritamu?

Related


CARA BARU MENDEKATI GENERASI MILLENIAL DAN Z

Sebagai dua generasi yang sedang mendominasi, Generasi Millenial dan Generasi Z tentu tengah menjadi sasaran atau target konsumer dari para brand


FUNGSI MASKOT YANG BISA MAKSIMALKAN PROSES BRANDING

Selain membuat logo, saat ini ada beberapa brand yang masih menggunakan maskot sebagai salah satu upaya menciptakan branding yang lengkap


ACARAKI JAMU: INOVASI ‘PROSES’ MENIKMATI SECANGKIR JAMU

Salah satu contoh bisnis yang lahir dari sebuah inovasi adalah kedai Jamu @acaraki.jamu. Founder dari @Acaraki.jamu, Jony Yuwono, menocba untuk menginovasikan ‘proses’ menikmati jamu. Baginya, membuat jamu jadi lebih terkenal adalah cita-cita


STRATEGI MOMENTUM MARKETING: SIAP BAWA KONTEN MARKETINGMU VIRAL

Ada satu kunci penting lainnya ketika kamu menginginkan konten marketingmu sukses di masyarakat, yaitu momentum!


BROWNIES MANTEN: KONVERSI SEMPURNA KERESAHAN MASYARAKAT

Kesuksesan bisnis Brownies Manten bukan hanya dari rasanya yang enak saja, tapi juga dari bagaimana tiap kemasan Brownies Manten bisa menjadi medium untuk menyampaikan pesan cinta pada orang lain


NAH PROJECT: PELOPOR TRANSPARANCY PRICING DI KALANGAN PEBISNIS ONLINE

Sebuah brand asal Bandung, NAH Project (@Nah.project), menjadi pelopor brand dengan tingkat transparansi tinggi, dari mulai material hingga biaya produksi produk