Home > Articles

TUJUH PANTANGAN SEORANG DIGITAL ENTREPRENEUR



Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan usaha atau startup tertinggi. Setidaknya ada 1000 usaha rintisan baru setiap bulannya.

Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki tingkat pertumbuhan usaha atau startup tertinggi. Setidaknya ada 1000 usaha rintisan baru setiap bulannya. Namun, tahukan Anda kalau di balik tingginya pertumbuhan usaha di Indonesia, kita juga memiliki tingkat kegagalan usaha yang tinggi.

Dikutip dari laman Tempo.co, tingkat kegagalan startup dan usaha di Indonesia terbilang sangat tinggi. Apabila dihitung dalam skala global, tingkat kegagalan Indonesia masih sekitar 90%. Faktor paling besar yang mempengaruhi kegagalan tersebut adalah dengan rendahnya pengetahuan tata cara berbisnis.

Digital Entrepreneur

Digital entrepreneurship merupakan sebuah aktifitas wirausaha yang menggunakan sistem komputer untuk basis operasionalnya. Orang yang melakukan aktifitas ini biasanya disebut dengan digital entrepreneur.

Beberapa contoh pekerjaan yang terkelompokan ke dalam digital entrepreneur adalah produser, digital agency, e-commerce tenant, dan digital influencer, export-import e-commerce expert, logistic e-commerce, dan brand owner berbasis digital. Pada umumnya, saat ini masyarakat lakukan dalam memulai kariernya sebagai digital entrepreneur adalah sebagai e-commerce tenant atau orang yang melakukan aksi jual-beli secara online.

Seseorang digital entrepreneur salah satu cirinya adalah digital savy atau fasih menggunakan perangkat digital. Ciri-ciri lainnya adalah kritis, kreatif, cepat beradaptasi, oportunis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, suka “mengulik” segala sesuatu dan juga memiliki motivasi yang tinggi.

Pasar Digital yang Luas

Luasnya pasar di ranah digital menjadi peluang yang sangat besar bagi para digital entrepreneur. Tidak hanya pasar yang semakin luas (bahkan menjadi semakin global karena internet), hadirnya beberapa digital marketplace besar pun semakin memudahkan masyarakat untuk menjadi seorang digital entrepreneur.

Berdasarkan siaran pers Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) pada 19 Februari 2018, menurut data yang dihimpun dari Aliansi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan bahwa sebanyak 54.68% penduduk Indonesia, atau sekitar 143.26 juta jiwa telah terhubung ke internet. Dan lebih dari 30% penduduk Indonesia yang terhubung ke internet gemar melakukan transaksi (belanja) online.

Hasil tersebut membuktikan bahwa begitu besarnya peluang pasar digital di Indonesia. Faktor ini jugalah yang membuat banyak masyarakat mulai merambah ke bisnis digital sebagai seorang digital entrepreneur.

7 Pantangan Seorang Digital Entrepreneur

Bagi Anda yang sudah berminat atau masih berpikir untuk menjadi seorang digital entrepreneur, ada tujuh hal yang harus anda hindari:

1. Melupakan financial plan

Memulai bisnis di dunia digital memang tidak memerlukan biaya yang tinggi dalam memulainya. Namun, masalah finansial harus tetap direncanakan dengan baik. Sekecil apa pun bisnis yang dilakukan akan tetap memiliki risiko.

Starting cost dalam memulai bisnis digital bisa dengan menyisihkan pendapatan tetap Anda setiap bulannya. Tidak perlu terlalu besar, Anda bisa menyisihkan 10% penghasilan Anda untuk memulai bisnis digital dan menjadi seorang digital entrepreneur.

Apabila Anda ingin menjadikan bisnis digital sebagai penghasilan utama (full time), pastikan Anda telah mendapatkan investor terlebih dahulu. Aatau setidaknya Anda memiliki tabungan untuk kelangsungan hidup Anda minimal untuk satu tahun yang akan datang.

2. Terlalu mengabaikan kelemahan diri

Sebelum memulai bisnis apa pun, ada baiknya Anda mengenali lebih jauh tentang kekurangan dan kelebihan Anda sendiri. Kenali apa yang menjadi kekurangan Anda, kelebihan, potensi kelebihan, dan potensi kekurangan. Sederhananya Anda melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) untuk diri Anda sendiri.

Contohnya adalah ketika Anda melihat diri Anda sebagai orang yang memiliki kemampuan design yang mumpuni, Anda bisa melihat ini sebagai kekuatan. Anda bisa mengalahkan beberapa pesaing dan calon pesaing Anda yang tidak memiliki kemampuan tersebut. Anda bisa membuat desain produk atau mendesain konten untuk proses marketing Anda sesuai dengan karakter Anda.

Di samping itu, Anda melihat diri Anda sebagai orang yang tidak pandai memasarkan produk. Anda bukan tipe orang yang pandai merangkai kata-kata atau me-marketingkan produk Anda. Kekurangan ini bisa Anda tutupi dengan merekrut orang-orang yang memang ahli dalam marketing, terutama digital marketing.

Anda juga bisa desain produk atau visual marketing dari pesaing Anda. Anda bisa melihat ini sebagai peluang untuk membuat desai seunik mungkin, beda, menarik, dan khas. Hal ini dilakukan agar produk Anda bisa lebih dilihat oleh konsumer.

Seiring dengan melihat potensi kelebihan, Anda juga harus melihat potensi kekurangan/ancaman dari pesaing Anda. 

Ketika ada melakukan survey atau observasi, Anda akan melihat apa yang menjadi kelebihan pesaing Anda yang tidak Anda miliki. Ini bisa Anda antisipasi dengan terus belajar sambil mengembangkan bisnis Anda.

3. Berbisnis dengan sistim “palugada”

Seharusnya anda memiliki spesialisasi dalam melakukan bisnis, tidak hanya mengikuti keinginan pasar.

Dengan mengetahui spesialisasi maka Anda akan dengan mudah menentukan bisnis apa yang cocok untuk Anda. untuk melihat spesialisasi ini, Anda bisa memulai dengan hal yang paling Anda sukai atau menjadi hobi Anda.

Anda akan bekerja dengan sepenuh hati apabila Anda melakukan apa yang Anda suka. Hal ini penting mengingat menjalankan bisnis di dunia digital akan memakan waktu Anda selama 7 x 24 jam. Bisnis online tidak sama dengan bisnis konvensional yang memiliki batasan waktu kapan masyarakat akan berkunjung/berbelanja.

Ketika Anda menentukan spesialitas, Anda juga harus membuat evaluasi supply dan demand. Semakin tinggi demand maka peluang bisnis Anda semakin bagus dan besar.

4. Malasa menganalisa pasar dan pesaing

Tidak selamanya pesaing merupakan musuh yang harus kita kalahkan di persaingan pasar digital. Terkadang, pesaing yang kita miliki justru dapat membuat kita belajar untuk menciptakan produk atau inovasi baru.

Selain melihat kekurangan dan kelebihan diri Anda sendiri, sekarang saatnya Anda melihat kelebihan, kekurangan, peluang kelebihan dan kekurangan dari produk yang akan Anda jual dibandingkan dengan produk pesaing. Melalui analisis ini Anda akan lebih mudah menentukan hal-hal yang baru atau setidaknya sedikit beda dengan pesaing Anda.

5. Hanya sekadar memiliki website

Setelah Anda sudah menyiapkan ide dan sudah menganalisa pasar, langkah selanjutnya adalah membuat website/domain Anda sendiri. Anda juga harus menyiapkan nama untuk toko Anda dengan seunik mungkin dan mudah diingat. Dalam tahap ini Anda mulai menentukan platform apa yang akan Anda gunakan dalam berjualan.

Misalnya Anda telah menentukan untuk berjualan lewat Instagram, maka mulailah buat akun Instagram sebagai tempat Anda berjualan. Atau ketika Anda memutuskan untuk bergabung ke dalam marketplace atau website sendiri, Anda harus segera membuatnya.

6. Malasa melakukan trial and error

Ketika semua sudah siap dijalankan, langkah selanjutnya adalah Anda membuat Minimum Viable Product (MVP). Sederhananya, MVP merupakan bentuk paling sederhana dari produk Anda. 

Pembuatan MVP hanya bertujuan sebagai tes pasar, hal ini Anda bisa meminta penilaian produk Anda pada keluarga, teman dekat, dan masyarakat sekitar Anda. MVP juga berguna untuk mengevaluasi setiap kekurangan pada produk Anda sebelum dijual ke pasaran.

Contohnya adalah ketika Anda ingin berjualan keripik, maka setidaknya Anda sudah mulai menyiapkan sampel dari keripik tersebut beserta kemasan yang sederhana. Hal ini berfungsi untuk melihat kekurangan dan kelebihan produk Anda. Anda bisa menawarkannya ke teman/keluarga sebagai ajang evaluasi.

7. Minim promosi

Hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah melakukan promosi. Kegiatan promosi menjadi sangat fatal dalam sebuah bisnis yang baru saja dimulai atau sedang berkembang. Semakin baik promosi yang Anda lakukan, akan semakin luas juga produk Anda dikenal masyarakat.

Saat melakukan promosi, pastikan semua konsumen Anda dapat melihat nilai tambah atau keunikan produk yang Anda jual dibandingkan dengan orang lain. Semakin unik dan beda, maka semakin besar juga peluang produk Anda dibeli oleh konsumen.

Ada beberapa hal yang Anda bisa lakukan dalam melakukan promosi, yaitu dengan mempromosikannya di sosial media, melalui e-mail, dan juga Anda bisa melakukan boost advertisement (facebook ads, google ads, dan lain-lain).

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda memulai bisnis digital dan menjadi seorang digital entrepreneur. Walaupun peluangnya masih sangat besar, menjadi seorang digital entrepreneur bukanlah hal mudah. Anda harus memiliki strategi yang tepat ketia ingin memulai dan menjalankan bisnis di dunia digital.

Related


FENOMENA CROWDFUNDING ALA RACHEL VENNYA DAN ARIEF MUHAMMAD UNTUK LAWAN CORONA

Wabah COVID-19 sudah semakin merajalela. Banyak selebgram atau influencer yang menggalang aksi kemanusiaan, salah satunya adalah Rachel Venya. Ia membuka crowdfunding untuk membantu penekanan sebaran COVID-19.


TIGA APLIKASI PENGHASIL UANG DENGAN MUDAH DAN CEPAT!

Ini dia aplikasi penghasil uang tercepat dan mudah di internet!


TIGA CARA MUDAH TINGKATKAN SALES MELALUI E-MAIL MARKETING



BRING ME HOME: USAHA PENGHENTIAN PEMBOROSAN MAKANAN

Industri makanan di Indonesia begitu menjamur, pasti akan ada banyak resto yang siap menjadi mitra dan menjual makanan – yang hampir terbuang karena alasan kesegaran – dengan harga miring.


EMPAT TIPS MEMBANGUN CUSTOMER SERVICE UNTUK DONGKRAK PENJUALAN

Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan agar social media customer service brand-mu dapat memberi pelayanan yang baik


TIGA APLIKASI SIAGA BANJIR: MELEK INFORMASI BENCANA SEJAK DINI

Pada tulisan ini, kami akan memberi informasi terkait tiga aplikasi yang dapat kamu gunakan untuk memantau dan menghindari banjir sepanjang cuaca ekstrem ini. Yuk simak!