Home > News

E-Smart IKM: Kemenperin dan PT ATT Group Akan Dampingi IKM untuk Go Digital



Bogor, 21 Maret 2019 – Kementerian Perindustrian menggelar sebuah seminar bertajuk E-Smart IKM Go Digital 2019 di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/03) pagi

Bogor, 21 Maret 2019 – Kementerian Perindustrian menggelar sebuah seminar bertajuk E-Smart IKM Go Digital 2019 di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/03) pagi. Kemenperin merangkul sejumlah marketplace, perusahaan logistik, dan perbankan untuk memajukan IKM Indonesia agar segera go digital.

Program E-Smart IKM ini sebelumnya sudah dilaksanakan sejak Januari 2017 lalu. Berkat antusiasme IKM yang begitu tinggi, Kemenperin akhirnya kembali menggelar roadshow Program E-Smart IKM untuk yang ke tiga kalinya.

“Tahun ini berbeda sekali, sangat luar biasa, seluruh IKM daftar melalui online. Hal ini menunjukan bahwa IKM sebetulnya sudah siap masuk era digital,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

Acara ini difokuskan agar seluruh IKM mampu menjual produk melalui e-commerce. Airlangga mengatakan bahwa dengan menjual produk melalui e-commerce maka jangkauan pasar para IKM akan semakin luas dan juga efisien.

PT Anugerah Tangkas Transportindo (PT ATT Group) menjadi salah satu perusahaan logistik yang digandeng Kementerian Perindustrian untuk membangun program ini. Kemenperin juga tidak hanya menargetkan para IKM hanya bermain di ranah lokal. Namun, bisa juga menembus pasar Internasional.

Selain mengisi seminar, PT ATT Group juga membuka ruang diskusi yang dipimpin oleh General Manajer PT ATT Group, Octavia. Dengan mengusung tema Akselerasi Ekspor Melalui E-Commerce, kelas ini dihadiri oleh lebih 30 IKM.

“Potensi produk-produk Indonesia ini sangat besar di pasar global. Buktinya, kita punya banyak produk unggulan yang begitu diminati oleh buyer di luar negeri, seperti hasil laut, rempah-rempah, dan furniture,” ujar Octavia.

Melalui anak perusahaan PT ATT Group, yaitu PT Dagang Group yang berfokus pada digital trading business, Octavia juga menyampaikan kiat-kiat dan tips untuk bisa bersaing dan menjadi pemenang di pasar global.

Sambil menjabarkan presentasi singkat, para pemilik IKM nampak antusias sambil bertanya-tanya mengenai prosedur ekspor dan persiapan-persiapan yang harus dilakukan. Bahkan, salah satu pemilik usaha rendang kemasan, Desy Farina Yusri, mengaku sangat puas dan beruntung bisa masuk ke dalam kelas PT ATT Group.

“Saya jadi terbuka (wawasan, red), apalagi untuk masalah ekspor. Ternyata sudah dipermudah, ya? Apalagi dengan adanya ATT yang menyediakan sarana dan prasarana sehingga memudahkan kita untuk berekspor,” ujar Desy.

 

Related


GETI JALIN KERJA SAMA DENGAN VOKASI UKI UNTUK CIPTAKAN LULUSAN BERKUALITAS DAN ‘SIAP PAKAI’

PT Global Edukasi Talenta Inkubator (GeTI) melakukan kerja sama dengan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia guna meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Vokasi


Pelaku IKM: Pelatihan yang diberikan Oleh GeTI Luar Biasa dan Segar

Executive Director PT GeTI, Amalia Prabowo, turut menjadi fasilitator dalam acara tersebut. Baginya, masuk ke ranah e-commerce bukanlah sebuah pilihan bagi para IKM untuk jadi lebih maju di era digital ini.


GeTI Bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Bawa IKM Lebih Maju Melalui E-commerce

“Ini sebagai bentuk dukungan pemerintah Kota Depok untuk membantu para IKM jadi lebih maju dan bisa beradaptasi di era industri 4.0,” ucap Kania.


EXPERT LECTURE OF ALIBABA.COM BERBICARA PELUANG BISNIS DI PASAR GLOBAL

“Pembeli di Indonesia dan dunia sudah mencari banyak hal di Alibaba. Namun, di saat yang bersamaan kalian (UKM Indonesia) tidak ada di sana untuk menjual produknya. Kalian sangat rugi sekali!” ujar Zheng.


KEMENDAG DAN PT ATT GROUP AKAN MEMBUAT UMKM INDONESIA JADI ‘JAGOAN’ DI LUAR NEGERI

Dalam beberapa waktu ke depan, Kementerian Perdagangan bersama PT ATT Group akan terus berkeliling Indonesia untuk mencari potensi-potensi terbaik untuk ekspor


GANDENG PT ATT GROUP, DIRJEN PDT INGIN MAJUKAN PRODUK DAERAH TERTINGGAL

“Ketika saya menemukan ada produk yang bagus, lalu kuantitas yang dihasilkan pun melimpah, maka saya mulai bertanya, ‘ini bisa diekspor atau tidak, ya?’”