Home > News

EXPERT LECTURE OF ALIBABA.COM BERBICARA PELUANG BISNIS DI PASAR GLOBAL



“Pembeli di Indonesia dan dunia sudah mencari banyak hal di Alibaba. Namun, di saat yang bersamaan kalian (UKM Indonesia) tidak ada di sana untuk menjual produknya. Kalian sangat rugi sekali!” ujar Zheng.

Jakarta, 06/03/2019 – Expert lecture of Alibaba.com, Steven Zheng, hadir dan berbagi pengalaman kepada para pelaku UMKM Indonesia dalam seminar Percepatan Transaksi Pemasaran Global Melalui Media Non-konvensional, di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (06/03) pagi.

Lebih dari 15 tahun menekuni bisnis e-commerce di Alibaba.com, Zheng telah berhasil menjual produknya ke berbagai negara. Dalam kesempatan ini juga, Zheng mengajak para UMKM di Indonesia untuk mulai berani menjual produknya ke luar negeri.

“Pembeli di Indonesia dan dunia sudah mencari banyak hal di Alibaba. Namun, di saat yang bersamaan kalian (UKM Indonesia) tidak ada di sana untuk menjual produknya. Kalian sangat rugi sekali!” ujar Zheng.

Bagi Zheng potensi di bisnis online seperti e-commerce masih sangat besar. Ia juga mencontohkan saat ini di situs Alibaba.com sudah ada begitu banyak konsumer yang aktif mencari produk. Namun, bersamaan dengan itu juga tidak banyak seller yang berani menjual produknya ke luar negeri.

Zheng menilai dengan adanya ketidak seimbangan antara peminat dan penjual menunjukkan sebuah potensi yang besar. Kesempatan yang ada masih terbuka lebar untuk bisa menang di persaingan global.

“Produk-produk Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia memiliki kualitas yang luar biasa. Tapi masalahnya di mana? Mereka tidak bisa menemukan pasar untuk produknya. Maka e-commerce adalah tempat yang tepat untuk mendapat pasar secara global,” lanjutnya.

Banyak pemilik produk yang enggan untuk mulai berekspor hanya karena menunda-nunda dan malas dengan prosesnya yang rumit. Namun, Zheng menuturkan bahwa hal ini hanya akan menunda kesuksesan.

“Lebih baik kita memulai walau sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, setiap langkah kecil yang kita lakukan itu membawa kita pada kesuksesan secara sedikit demi sedikit juga,” jelas Zheng.

Untuk bersaing di pasar global, Zheng menuturkan bahwa kita (pemilik produk) hanya perlu melakukan persiapan sebaik mungkin. Buat produk dengan sebaik mungkin juga beri service terbaik untuk konsumer.

“Jangan pernah berpikir untuk menjadi best seller, tapi jadilah best product provider. Ketika kita sudah melakukan yang terbaik, terutama memberi service yang baik, maka konsumer terbaik juga akan datang dengan sendirinya,” tutup Zheng.

Related


GETI JALIN KERJA SAMA DENGAN VOKASI UKI UNTUK CIPTAKAN LULUSAN BERKUALITAS DAN ‘SIAP PAKAI’

PT Global Edukasi Talenta Inkubator (GeTI) melakukan kerja sama dengan Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia guna meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Vokasi


Pelaku IKM: Pelatihan yang diberikan Oleh GeTI Luar Biasa dan Segar

Executive Director PT GeTI, Amalia Prabowo, turut menjadi fasilitator dalam acara tersebut. Baginya, masuk ke ranah e-commerce bukanlah sebuah pilihan bagi para IKM untuk jadi lebih maju di era digital ini.


GeTI Bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Bawa IKM Lebih Maju Melalui E-commerce

“Ini sebagai bentuk dukungan pemerintah Kota Depok untuk membantu para IKM jadi lebih maju dan bisa beradaptasi di era industri 4.0,” ucap Kania.


E-Smart IKM: Kemenperin dan PT ATT Group Akan Dampingi IKM untuk Go Digital

Bogor, 21 Maret 2019 – Kementerian Perindustrian menggelar sebuah seminar bertajuk E-Smart IKM Go Digital 2019 di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/03) pagi


KEMENDAG DAN PT ATT GROUP AKAN MEMBUAT UMKM INDONESIA JADI ‘JAGOAN’ DI LUAR NEGERI

Dalam beberapa waktu ke depan, Kementerian Perdagangan bersama PT ATT Group akan terus berkeliling Indonesia untuk mencari potensi-potensi terbaik untuk ekspor


GANDENG PT ATT GROUP, DIRJEN PDT INGIN MAJUKAN PRODUK DAERAH TERTINGGAL

“Ketika saya menemukan ada produk yang bagus, lalu kuantitas yang dihasilkan pun melimpah, maka saya mulai bertanya, ‘ini bisa diekspor atau tidak, ya?’”